Thursday, 13 December 2012


Dalam artikel mengenai mode autofokus alias AF Modes, kita sudah mengenal beragam mode autofokus yang ada dikamera DSLR: single, continuos dan hybrid. Nah yang kadang membingungkan bagi pemula adalah selain mode autofokus diatas, kebanyakan kamera DSLR juga menyediakan pilihan untuk menentukan dititik mana sajakah autofokus akan terjadi. Pilihan ini secara resmi dinamai AF-Area Modes. Dikelas kamera DSLR entry level pengaturan dilakukan di dalam menu, sementara kamera DSLR kelas semi-pro dan pro menyediakan tombo terdedikasi untuk memilih mode area autofokus.
af area mode
Mari kita bedah satu persatu:

Single Point AF-Area Mode

Di kamera DSLR Canon dinamai “Manual AF Point” sementara di Nikon dinamai “Single Point”. Dalam mode ini kamera hanya akan menggunakan satu titik fokus dimana lokasi titik fokus ini kita sendiri yang menentukan.
Kita bisa memindahkan titik fokus keatas, kebawah, kekanan dan kekiri. Dimana kita memindah titik fokus, disitulah kamera akan mencari fokus dan menguncinya. Pilihan mode ini biasanya cocok dipakai saat kita memotret benda diam atau landscape.

Dynamic Area AF-Mode

Dinamakan “Dynamic” di kamera DSLR Nikon dan “AF Point Expansion” di DSLR Canon. Didalam mode ini kita masih harus menentukan satu titik fokus dan kamera akan berusaha mencari fokus dititik tersebut. Namun saat fokus gagal dikunci dititik pilihan kita, maka kamera akan secara pintar mennggunakan titik-titik fokus disekitarnya untuk mendeteksi jika ada pergerakan obyek foto.
Mode Dynamic Area cocok dipakai saat kita memotret obyek yang bergerak cepat, misalnya burung atau anak kecil yang berlari. Jenis kamera DSLR yang lebih mahal biasanya memberi fasilitas untuk kita bisa memilih jumlah titik fokus disekitar yang bisa dipakai. Sebagai contoh di Nikon D700 kita bisa memilih antara 9 sampai dengan 21 titik fokus. Di kamera Canon 5D Mark iii, pilihanya adalah 4 atau 8 titik fokus tambahan.

Auto Area AF Mode

Di kamera DSLR Nikon dinamai “Auto-Area AF Mode” sementara di kamera Canon dinamai “Automatic AF Point Selection”. Dalam mode ini kita tidak harus memilih titik fokus, kamera akan secara otomatis menentukan titik fokus mana yang akan diaktifkan. Mode ini biasanya mendeteksi obyek yeng mudah dikenali, misalnya manusia (karena skin tone). Jika ada beberapa orang sekaligus, maka kamera akan memilih orang yang berdiri paling dekat dengan kamera.
Jika kamera tidak mendeteksi adanya manusia (skin tone), bisanya dia akan menngunci fokus pada obyek terdekat pada kamera atau paling besar. Mode ini tidak disaarankan kalau anda mencari akurasi dan presisi yang tinggi di sebelah mana fokus akan dipilih.

Mode Area AF Lainnya

Ada beberapa kamera yang menyediakan fitur seperti halnya “Face Priority AF” yang biasnaya cocok dipakai di video. Di Canon 7D misalnya tersedia pilihan “Spot AF” dimana kita bisa memilih titik fokus didalam sebuah titik fokus (yang kecil sekali). Mode-mode ini adalah fitur tambahan yang bisa dipakai dalam kondisi khusus.



Bagaimana Mengubah Mode AF Area?

Saya sarankan anda membuka manual kamera masing-masing, karena ada kemungkinan akan berbeda dari satu kamera ke kamera lainnya.
Berikut contoh di Nikon D3100:
  1. Tekan tombol information edit dua kali lalu scroll kebawah ke AF-area mode (baris ke-6)
  2. Tekan OK
  3. Gunakan selector untuk memilih SIngle-Point AF, Dynamic Area AF, Auto-Area AF atau #D-Tracking.
  4. Pencet Ok
  5. Pencet lagi tombol information edit untuk keluar dari menu.
Di Canon 5D Mark III misalnya, anda bisa memilih area AF dengan masuk ke menu AF lalu pilih Select AF area Selec. mode, pilih mode yang diinginkan lalu pencet SET.
Di Nikon D300/D300s atau kamera Nikon level pro, anda bisa memilih mode area AF melalui selektor khusus seperti ini:
af area mode
Nah selamat mencoba.

Sayangi buah hati dan cinta kasih anda saat mengendarai kendaraan bermotor dengan menggunakan “Love Kids” safety belt, sebuah sabuk pengaman ( sabuk bonceng anak ) yang didesain untuk memudahkan para ibu dan bapak dalam membonceng putra dan putrinya apabila mengendarai kendaraan bermotor tanpa harus khawatir apabila putra / putrinya mengantuk atau banyak bergerak yang akan berpotensi membahayakan keselamatan anda maupun buah hati anda.
Untuk reseller dan pembelian lebih dari 10 unit sabuk bonceng anak LOVE KIDS bisa hubungi kami dengan harga khusus.
Untuk Pemesanan :
Hubungi : 085 85 075 7107 (mentari)
Pin BB 3264357D
atau email ke : mauhary@yahoo.com
Anda bisa lihat juga di http://mauhary.com/?p=147
sumber: http://belajarfotografi.com

Dalam artikel mengenai mode autofokus alias AF Modes, kita sudah mengenal beragam mode autofokus yang ada dikamera DSLR: single, continuos dan hybrid. Nah yang kadang membingungkan bagi pemula adalah selain mode autofokus diatas, kebanyakan kamera DSLR juga menyediakan pilihan untuk menentukan dititik mana sajakah autofokus akan terjadi. Pilihan ini secara resmi dinamai AF-Area Modes. Dikelas kamera DSLR entry level pengaturan dilakukan di dalam menu, sementara kamera DSLR kelas semi-pro dan pro menyediakan tombo terdedikasi untuk memilih mode area autofokus.
af area mode
Mari kita bedah satu persatu:

Single Point AF-Area Mode

Di kamera DSLR Canon dinamai “Manual AF Point” sementara di Nikon dinamai “Single Point”. Dalam mode ini kamera hanya akan menggunakan satu titik fokus dimana lokasi titik fokus ini kita sendiri yang menentukan.
Kita bisa memindahkan titik fokus keatas, kebawah, kekanan dan kekiri. Dimana kita memindah titik fokus, disitulah kamera akan mencari fokus dan menguncinya. Pilihan mode ini biasanya cocok dipakai saat kita memotret benda diam atau landscape.

Dynamic Area AF-Mode

Dinamakan “Dynamic” di kamera DSLR Nikon dan “AF Point Expansion” di DSLR Canon. Didalam mode ini kita masih harus menentukan satu titik fokus dan kamera akan berusaha mencari fokus dititik tersebut. Namun saat fokus gagal dikunci dititik pilihan kita, maka kamera akan secara pintar mennggunakan titik-titik fokus disekitarnya untuk mendeteksi jika ada pergerakan obyek foto.
Mode Dynamic Area cocok dipakai saat kita memotret obyek yang bergerak cepat, misalnya burung atau anak kecil yang berlari. Jenis kamera DSLR yang lebih mahal biasanya memberi fasilitas untuk kita bisa memilih jumlah titik fokus disekitar yang bisa dipakai. Sebagai contoh di Nikon D700 kita bisa memilih antara 9 sampai dengan 21 titik fokus. Di kamera Canon 5D Mark iii, pilihanya adalah 4 atau 8 titik fokus tambahan.

Auto Area AF Mode

Di kamera DSLR Nikon dinamai “Auto-Area AF Mode” sementara di kamera Canon dinamai “Automatic AF Point Selection”. Dalam mode ini kita tidak harus memilih titik fokus, kamera akan secara otomatis menentukan titik fokus mana yang akan diaktifkan. Mode ini biasanya mendeteksi obyek yeng mudah dikenali, misalnya manusia (karena skin tone). Jika ada beberapa orang sekaligus, maka kamera akan memilih orang yang berdiri paling dekat dengan kamera.
Jika kamera tidak mendeteksi adanya manusia (skin tone), bisanya dia akan menngunci fokus pada obyek terdekat pada kamera atau paling besar. Mode ini tidak disaarankan kalau anda mencari akurasi dan presisi yang tinggi di sebelah mana fokus akan dipilih.

Mode Area AF Lainnya

Ada beberapa kamera yang menyediakan fitur seperti halnya “Face Priority AF” yang biasnaya cocok dipakai di video. Di Canon 7D misalnya tersedia pilihan “Spot AF” dimana kita bisa memilih titik fokus didalam sebuah titik fokus (yang kecil sekali). Mode-mode ini adalah fitur tambahan yang bisa dipakai dalam kondisi khusus.



Bagaimana Mengubah Mode AF Area?

Saya sarankan anda membuka manual kamera masing-masing, karena ada kemungkinan akan berbeda dari satu kamera ke kamera lainnya.
Berikut contoh di Nikon D3100:
  1. Tekan tombol information edit dua kali lalu scroll kebawah ke AF-area mode (baris ke-6)
  2. Tekan OK
  3. Gunakan selector untuk memilih SIngle-Point AF, Dynamic Area AF, Auto-Area AF atau #D-Tracking.
  4. Pencet Ok
  5. Pencet lagi tombol information edit untuk keluar dari menu.
Di Canon 5D Mark III misalnya, anda bisa memilih area AF dengan masuk ke menu AF lalu pilih Select AF area Selec. mode, pilih mode yang diinginkan lalu pencet SET.
Di Nikon D300/D300s atau kamera Nikon level pro, anda bisa memilih mode area AF melalui selektor khusus seperti ini:
af area mode
Nah selamat mencoba.

Sayangi buah hati dan cinta kasih anda saat mengendarai kendaraan bermotor dengan menggunakan “Love Kids” safety belt, sebuah sabuk pengaman ( sabuk bonceng anak ) yang didesain untuk memudahkan para ibu dan bapak dalam membonceng putra dan putrinya apabila mengendarai kendaraan bermotor tanpa harus khawatir apabila putra / putrinya mengantuk atau banyak bergerak yang akan berpotensi membahayakan keselamatan anda maupun buah hati anda.
Untuk reseller dan pembelian lebih dari 10 unit sabuk bonceng anak LOVE KIDS bisa hubungi kami dengan harga khusus.
Untuk Pemesanan :
Hubungi : 085 85 075 7107 (mentari)
Pin BB 3264357D
atau email ke : mauhary@yahoo.com
Anda bisa lihat juga di http://mauhary.com/?p=147
sumber: http://belajarfotografi.com

Monday, 10 December 2012


Assalamualaikum
Teknik Dasar Fotografi bagi temen-temen semua yang udah lama berkecimpung dengan dunia fotografi nggak bakal asing dengan istilah Arperture, Shutter speed, ISO, Exposure, dan istilah-istilah lain. kadang juga sering denger fotogtafer yang bilang “Kok kayaknya exposurenya terlalu gelap yah?” Apa gak terlalu OE (Over exposed) tuh poto? Lha dalah.. exposure saya harusnya gimana to?
Jangan khawatir dan bingung dengan intilah-istilah aneh di atas friend. aku bakal membagi secuil ilmu yang aku pernah dapet tentang fotografi. tapi bukan berarti aku udah jago fotografi ya,,aku juga seorang Newbie kok yang bakal terus belajar,,dan aku membagi artikel ini juga berdasar pada artikel-artikel yang udah banyak di share di dunia maya kok.
dan satu hal yang pertama dan utama untuk belajar FOTOGRAFI adalah menegtahui teknik dasarnya yaitu… EXPOSURE…dan moga-moga temen-teman yang baca artikel ini, amal ibadahnya diterima di sisinya,,eh salah maksudnya teman-teman akan mendapatkan sesuatu yang baru dan dapat di langsung dicoba di teknik fotografi.
Setelah membaca artikel ini insyaAllah teman-teman semua gak benar-benar awam lagi dengan yang namanya: Aperture, Shutter Speed dan ISO, istilah-istilah seperti Aperture Priority, Shutter Priority, Manual Aperture and Shutter dan kapan paling efektif untuk memakainya. tau apa itu Panning teknik dan bagaimana sih biar bisa panning?,.lalu apa itu Depth of Field, Mengerti tentang Shutter Speed tentang pembekuan gerakan (Freezing), menghasilkan efek arus (flowing effect)
oke deh langsung aja…tapi sebelumnya kamera DSLR (maap buat yang camdig mungkin lain kali aku share teknik tentang camdig) silahkan di setting pada posisi Manual, karena percuma dong punya DSLR pake full auto mending ganti camdig aja om,hehe…:p
Kamera yang aku pakai adalah DSLR Canon EOS 1000d tapi secara garis besar basic dari setiap DSLR itu sama kok dan bisa di implementasikan di fotografi secara general (dan bagi yang bebeda “agama” monggo menyesuaikan).
TAKE A NICE EXPOSURE
Kalau teman-teman bertanya “Seharusnya exposure saya gimana sih?” yah gampang sih jawabnya, “Exposure teman-teman harus bener!” ya kan? bener itu gimana ya sesuai kebutuhan,,tetapi pada umunya yang diharapkan Exposure itu seimbang bukan Over atau Under. Nah, exposure itu bisa di golongkan kepada 3 hal yang saling erat hubungannya, mereka adalah:
1. Aperture = bukaan diafragma lensa biasanya dalam ukuran f/2.8, f/5.6 dan seterusnya
2. Shutter Speed = bukaan berapa lama film menerima cahaya sewaktu diafragma di buka; dalam ukuran 2s, 1/250s ,1/500s, dan seterusnya (s = seconds, detik)
3. ISO, Speed of the film = internasional stteman-temanrd untuk sensitifnya film. contoh: ISO 400 lebih sensitif daripada ISO 200, ISO 200 lebih sensitif daripada ISO 100, dan seterusnya.
di dalam seting kamera (pada bagian atas body ada lingkaran yang bisa diputer-puter) ada istilah Manual (M), Aperture Priority/Arperture Value (pada nikon: A canon: AV), Shutter Priority (nikon: S canon: TV), Automatic? kan lebih asik automatic dong?
“Ok, bukannya kalau kamera di set P (Automatic atau Program Mode) terus kan tinggal jepret aja om kan semuanya sudah di atur otomatis, nah terus ngapain harus ngerti 3 bahasa aneh di atas coba?”. Nah kalo temen-temen sudah puas sama P (Automatic atau Program Mode) exposure setting camera kalian, ya ngapain teman-teman beli DSLR dan baca baca artikel ini?
kenapa sih kita harus ngerti 3 istilah diatas karena kalau kita menguasai dasar-dasarnya pasti kita bakalan lebih mendapatkan exposure yang lebih baik atau lebih banyak kesempatan teman-teman akan mendapatkan exposure yang sempurna. Bukankah lebih baik untuk mempelajari Manual to?
Nah sekarang coba liat di viewfinder (itu lho kotak kecil yang teman-teman lihat di camera untuk motret) di sana pasti ada semacem gini nih: +””’0”””’- ya kan? Nah jika teman-teman memutar control dial (itu lho yang kaya scroll mouse) di camera temen-temen, tanda panah akan bergeser sesuai dengan yang kalian hendaki, jika teman-teman mutar ke kanan, panahnya ke kanan, kalo ke kiri ya panahnya ke kiri. Biasanya kalau ke kiri valuenya semakin besar atao ke positif kalo ke kiri valuenya semakin kecil dan ke arah negatif.
Aperture priority (biasanya A atau Av)
Dalam mode AV ini, kalian memilih lens aperture (bukaan diafragma seperti pupil mata) secara manual, sedangkan secara otomatis kamera teman-teman akan menghitung berap shutter speed yang pas. Coba set camera teman-teman ke Aperture Priority, nah di Aperture priority, teman-teman ngatur Aperturenya secara manual, dan camera teman-teman akan mengatur Shutter Speed secara otomatis untuk memberikan exposure yang kamera teman-teman pikir “PERFECT”.
Umumnya Aperture Priority ini dipakai bila keadaan:
1. Cahaya sekeliling sangat minimal. Contoh: dalam event wedding atau dalam event pesta wisuda silahkan untuk setting kamera ke A pada bukaan yang besar (yang angkanya kecil), karena kamera kalian lah yang akan memilih shutter secepat mungkin untuk mendapatkan exposure yang sempurna dan dengan setting Aperture yang dihendaki.
2. jika temen-temen menginginkan maksimum depth-of-field (ruang tajam) dan objectnya tuh tidak bergerak jadi semua akan tampak jelas dan tidak ada blur. pilihlah Aperture sekecil mungkin untuk memaksimumkan Depth of Field (akan di bahas di bawah ini)
Shutter Priority (biasanya S)
Di dalam mode ini, teman-teman memilih shutter speed secara manual dan meter kamera teman-teman akan memilih aperture secara otomatis. Sama dengan Aperture Priority tetapi kali ini yang teman-teman prioritaskan, dalam kata lain yang teman-teman bisa ngatur itu yah shutter speednya, camera teman-teman akan mengatur Aperture secara automatis yang di pikir kamera teman-teman exposurenya “PERFECT”.
Karena hanya dengan Shutter Priority ini lah kita bisa:
a. FREEZE MOTION = pembekuan gerakan yang terekam di film, dan
b. IMPLYING MOTION = untuk menghasilkan flowing effect, yang bersifat memberikan efek gerakan
shutter maksimal dapat digunakan pada:
. Panning teknik. Panning adalah teknik perekaman object yang bergerak sehingga menghasilkan effect gerakan dan bisa terlihat jika object yang terfokus adalah object yang sedang moving atau bergerak. (akan dijelaskan lebih lanjut disini
ada 3 rahasia untuk mendapatkan hasil panning yang memuaskan:
Rahasia #1: Teman-teman harus PARALEL dengan object yang bergerak itu. Dari contoh di bawah ini, tahap awal siapkan kamera dan tunggu sampai mobilnya tuh persis di depan kalian, dan langsung pencet shutter dengan badan mengikuti arahnya mobilnya melaju setelah memencet shutternya.
Rahasia #2: Pilihlah Shutter Speed yang paling cocok untuk objek yang bergerak itu. Biasanya aku pakai Shutter 1/20 atau 1/30
Rahasia #3: Jangan pakai tripod. Pakailah badan teman-teman sebagai tumpuan yang mengayun dari kiri ke kanan atau sebaliknya searah dengan object yang akan di potret.
Manual Exposure (biasanya M)
Nah Manual Exposure ini lah yang memungkinkan kita mengatur sendiri panah2 tadi yang sudah aku jelaskan di atas untuk mendapatkan exposure yang KITA hendaki “PERFECT EXPOSURE” sekali lagi, bukan kamera kita yang mikir perfect tapi kita sendiri. Karena di Manual inilah kita bisa mengatur Aperture dan Shutter Speed secara manual.
“Nah terus apa hubungannya di antara tiga bahasa aneh dan jelek di atas itu, apa sih tadi Aperture, Shutter Speed dan ISO, huh?” Ok. Nih aku jelasin yah.
1. APERTURE (Diafragma)
Aperture adalah bukaan lensa untuk mengatur berapa banyak cahaya yang masuk. Ukuran aperture biasanya bisa di liat dengan f/ number. Semakin besar nomer f/ nya semakin kecil bukaan lensanya. Dengan kata lain, semakin kecil nomer f/ nya, semakin GEDE bukaan lensanya. CONTOH: f/2.8 bukaannya lensanya tuh lebih besar daripada f/11. Aperture ini lah yang biasanya orang orang di kritik fotografer.net pada bilang “Wahhhh bagus bener DOFnya, bagus bener pemteman-temanngannya!” Nah sekarang ngertikan kalo Aperture ini adalah sang komandan yang bertanggung jawab atas wilayah ketajaman di dalam satu foto. DOF, kepanjangan dari Depth-of-Field, yaitu wilayah di sekeliling subject yang di rekam oleh camera yang layak tampil tajam di hasil potonya.
Ukuran Aperture dalam perbedaan ukuran satu stop adalah:
f/2 -> f/2.8 -> f/4 -> f/5.8 -> f/8 -> f/11 -> f/16 -> f/22
Dari f/2 sampe ke f/2.8 di katakan Aperturenya turun 1 stop dalam kata laen -1. Dari f/4 turun 3 stop ke f/11. Di katakan turun adalah jumlah cahaya yang masuk melalui diafragmakan lebih sedikit jadi oleh karena itu di katakan turun.
2. SHUTTER SPEED (Kecepatan penutup lensa)
Nah apa ini? Kalo tadi Aperturekanngatur berapa banyak cahaya yang masukkan? Nah kalo Shutter Speed ini ngatur berapa lama cahaya itu masuk ke film. Contohnya: shutter speed 2s (2 detik) tentunya cahaya yang masuk lebih lama yakan? kalo shutter speed 1/1000s ( 1/1000 detik lho) ya jelas aja cahaya yang masuk cuman sekilat aja. Gampangkan?
Shutter speed 1 (semakin lambat shutter speed, cahaya yang di peroleh film akan semakin banyak)
Nah di contoh yang ini di ambil di air terjun curuk cilember alias curuk7 di daerah puncak, data dari foto tersebut adalah: 2s f/16.0 panjang fokal 50mm . tapi ini baru 2 detik harusnya 5 atau 10 detik sayangnya nggak bawa tripo.. kalo ga gitukan ga bisa create kayak gini tuh liat airnya kayak kapas gitu halus, Ini di karenakan cahaya yang masuk lebih lama oleh karena itu cahaya yang terekan di film akan seolah-olah menghasilkan effect seperti water flowing (air yang mengalir)
Shutter speed 2 (semakin cepat shutter speed, cahaya yang di peroleh film akan semakin sedikit, lebih untuk ke FREEZE MOTION, yakni untuk membekukan gerakan)
Nah di contoh di atas, kali ini kelakuan teman-temanku yang pengen di foto sambil loncat. Oleh karena itu aku pilih fast shutter speed untuk membekukan gerakan temanku yang yang sok-sok’an bisa kungfu ini.
Urutan Shutter Speed dalam perbedaan ukuran satu stop adalah:
1/8 -> 1/15-> 1/30 ->1/60 ->1/125 ->1/250 ->1/500 ->1/1000 (dalam detik)
3. ISO, Speed of Film
Begini saja, anggap saja ISO ini adalah kunang-kunang yang bekerja di dalam camera teman-teman. Kalo di camera diset ke ISO 400 berarti temen-temen mempunyai 400 kunang-kunang yang bekerja, jika teman-teman set camera teman-teman ke ISO 100 berarti teman-teman cuman punya 100 kunang-kunang untuk bekerja di dalam kamera teman-teman.
Nah ukuran ISO dalam perbedaan satu stop adalah:
100 ->200 ->400-> 800 ->1600
ISO 800 adalah 3 kali lebih sensitif daripada ISO 100 (lebih sensitif terhadap cahaya 3 stop), tetapi hasil potonya mungkin agak grainy (seperti berpasir) Nah dalam hal ini lah yang harus menjadi pertimbangan teman-teman kapan harus kompensasi demikian.
nah itu tadi sedikit ulasan tentang teknik dasar fotografi yaitu exposure,bagi yang penasaran langsung ambil SLR nya dan langsung aja di praktekin ya,,untuk trik lain akan di bahas di lain kesempatan,,dan tetap disaluran yang sama jangan ganti chanel anda..selamaat mencoba..
wassalamualaikum

Sayangi buah hati dan cinta kasih anda saat mengendarai kendaraan bermotor dengan menggunakan “Love Kids” safety belt, sebuah sabuk pengaman ( sabuk bonceng anak ) yang didesain untuk memudahkan para ibu dan bapak dalam membonceng putra dan putrinya apabila mengendarai kendaraan bermotor tanpa harus khawatir apabila putra / putrinya mengantuk atau banyak bergerak yang akan berpotensi membahayakan keselamatan anda maupun buah hati anda.
Untuk reseller dan pembelian lebih dari 10 unit sabuk bonceng anak LOVE KIDS bisa hubungi kami dengan harga khusus.
Untuk Pemesanan :
Hubungi : 085 85 075 7107(mentari)
Pin BB 3264357D
atau email ke : mauhary@yahoo.com
Anda bisa lihat juga di http://mauhary.com/?p=147
sumber: Fotografer.net

Friday, 19 October 2012

Banyak kita jumpai betapa seorang bunda yg mengantarkan putra putri buah hatinya ke sekolah TK atau Play Group dengan mengendarai kendaraan bermotor, sebuah bentuk kasih sayang yg luar biasa dari kecintaan bunda kepada buah hatinya. Utamanya para bunda usia muda yg berperan sebagai ibu rumah tangga sehingga ditengah waktu luangnya menjadikan kebiasaan rutin mengantar anak sekolah adalah hal biasa.Sebagai sesama pemakai jalan raya saya secara tidak sadar mengamati perilaku para bunda yg mengantarkan putra putrinya ke sekolah dengan bawaan tas dan ransel serta bekal makanan.
Satu hal yg saya perhatikan dan menggelitik karena sering saya melihat betapa para bunda muda tersebut kurang memperhatikan masalah safety dari pada si anak, saat si anak mengantuk dengan tiba tiba maka gerakan kaget si anak dan ibu bisa membuat oleng motor yg sedang berjalan dan ini sangat membahayakan pengguna jalan yg lain terutama bunda dan buah hatinya, saat ada lobang di jalan hentakan tersebut juga berpotensi membuat si anak kaget dan lepas pegangan dari bunda dan bisa berakibat serius saat berkendara, saat jalan macet dan si anak banyak bergerak....sungguh banyak kejadian yg membahayakan yg bisa membahayakan bunda dan buah hati kesayangannya saat berkendaraan motor.
Suatu saat kami melihat dengan mata kepala sendiri seorang ibu muda dengan usia kurang lebih 23 tahunan membonceng putranya yg usia kurang lebih 1,5 tahun di depan dengan mengendarai sebuah motor matic, saat ada jalan yang rusak karena masuk ke perumahan dari jalan aspal ke jalan paving terjadi hentakan yang cukup membuat setir motor oleng sehingga si ibu hilang konsentrasi dan si anak lepas pegangannya karena tangan si ibu yg kiri yg semula memegang si anak akhirnya memegang setir motor sehingga si anak jatuh dan menangis sangat keras.......Sungguh bagi kami itu membekas keras di ingatan , .....! bagaimana jika itu adalah anak anda yg jatuh....?!
Tanpa kesengajaan kami berpikir keras dan muncullah upaya untuk membuat sabuk pengaman untuk membonceng anak, dengan melalui berbagai pengamatan dan contoh contoh produk akhirnya kami membuat sabuk bonceng anak merk LOVE KIDS, sebuah sabuk yg didesain dgn baik untuk menjaga buah hati anda saat berkendara motor, dengan kualitas bahan yg baik dan kuat dengan tambahan spon tebal didalamnya membuat sabuk akan terasa nyaman saat digunakan.
Para Bunda yg menyayangi buah hati anda Gunakan sabuk bonceng anak LOVE KIDS segera untuk melindungi buah hati kesayangan anda.
Betapa banyak pasangan suami istri yg bertahun tahun menikah tidak juga dikaruniai momongan / anak......
Betapa banyak biaya yang kita keluarkan diaat buah hati kita sakit......
Berapapun uang akan kita keluarkan untuk kesehatan dan kebahagiaan buah hati kita......
Tapi mengapa disaat sehat para bunda membonceng buah hatinya dengan teledor , tanpa memperhatikan aspek keselamatan...?
Sayangi buah hati dan cinta kasih anda saat mengendarai kendaraan bermotor dengan menggunakan “Love Kids” safety belt, sebuah sabuk pengaman yang didesain untuk memudahkan para ibu dan bapak dalam membonceng putra dan putrinya apabila mengendarai kendaraan bermotor tanpa harus khawatir apabila putra / putrinya mengantuk atau banyak bergerak yang akan berpotensi membahayakan keselamatan anda maupun buah hati anda.
Anda bisa lihat juga di http://mauhary.com/?p=147
Untuk reseller dan pembelian lebih dari 10 unit bisa hubungi kami dengan harga khusus.
Untuk Pemesanan :
Hubungi : 085 85 075 7107(mentari)
Pin BB 3264357D
atau email ke : mauhary@yahoo.com

Sayangi buah hati dan cinta kasih anda saat mengendarai kendaraan bermotor dengan menggunakan “Love Kids” safety belt, sebuah sabuk pengaman yang didesain untuk memudahkan para ibu dan bapak dalam membonceng putra dan putrinya apabila mengendarai kendaraan bermotor tanpa harus khawatir apabila putra / putrinya mengantuk atau banyak bergerak yang akan berpotensi membahayakan keselamatan anda maupun buah hati anda.

Anda bisa lihat juga di http://mauhary.com/?p=147

Untuk reseller dan pembelian lebih dari 10 unit bisa hubungi kami dengan harga khusus.
Untuk Pemesanan :
Hubungi : 085 85 075 7107(mentari)
Pin BB 3264357D
atau email ke : mauhary@yahoo.com

Friday, 13 July 2012

Sabuk Love kids



Bunda yg menyayangi buah hati anda Gunakan sabuk bonceng anak LOVE KIDS segera untuk melindungi buah hati kesayangan anda.

Betapa banyak pasangan suami istri yg bertahun tahun menikah tidak juga dikaruniai momongan / anak......
Betapa banyak biaya yang kita keluarkan diaat buah hati kita sakit......
Berapapun uang akan kita keluarkan untuk kesehatan dan kebahagiaan buah hati kita......

Tapi mengapa disaat sehat para bunda membonceng buah hatinya dengan teledor , tanpa memperhatikan aspek keselamatan...?

Hanya dengan Rp. 65.000.00 anda akan mendapatkan sabuk bonceng anak yg nyaman , aman untuk berkendara bersama buah hati anda.

Jangan lupa selalu gunakan Sabuk bonceng anak merk LOVE KIDS

Hubungi : 085 85 075 7107(mentari)
0881 315 2273(smartfren)
Pin BB 3264357D


Bunda yg menyayangi buah hati anda Gunakan sabuk bonceng anak LOVE KIDS segera untuk melindungi buah hati kesayangan anda.

Betapa banyak pasangan suami istri yg bertahun tahun menikah tidak juga dikaruniai momongan / anak......
Betapa banyak biaya yang kita keluarkan diaat buah hati kita sakit......
Berapapun uang akan kita keluarkan untuk kesehatan dan kebahagiaan buah hati kita......

Tapi mengapa disaat sehat para bunda membonceng buah hatinya dengan teledor , tanpa memperhatikan aspek keselamatan...?

Hanya dengan Rp. 65.000.00 anda akan mendapatkan sabuk bonceng anak yg nyaman , aman untuk berkendara bersama buah hati anda.

Jangan lupa selalu gunakan Sabuk bonceng anak merk LOVE KIDS

Hubungi : 085 85 075 7107(mentari)
0881 315 2273(smartfren)
Pin BB 3264357D